Tiga Generasi dalam
Psikolinguistik
1. Psikolinguistik
Generasi Pertama
Teori-teoro perilaku
atau behaviorisme ini mengidentifikasikan bahasa sebagai satu sistem respons
yang langsung dan tidak langsung terhadap stimulus verbal atau nonverbal.
Orientasi stimulu-respon (aksi-reaksi
atau rangsangan- balasan)ini adalah orientasi psikologi. Parera mencatat adanya
tiga kelemahan teori psikolinguistik generasi pertama diantaranya :
1.
Adanya sifat reaktif dari psikolingiustik
tentang bahasa. Osgood dan Sebeok, juga yang lain-lain, memandang bahasa bukan
sebagai satu tindakan atau perbuatan yang manusiawi, melainkan dipandang sebgai
satu runtutan stimulus-respon, dan runtutan ini merupakan satu rangkaian
adaptasi dari pembicara terhadap lingkungannya.
2.
Psikolinguistik generasi pertama ini
bersifat atomistik. Sifat ini tampak
jelas dalam pernyataan Osgood mengenai teori pemerolehan bahasa dengan
menyatakan jumlah pemerolehan bahasa adalah kemampuan untuk membedakan kata dan
bentuk yang berbeda, dan kemampuan untuk melakukan generalisasi.
3.
Psikolinguistik generasi pertama ini
bersifat individualis. Teorinya lebih menekankan pada perilaku berbahasa dari
individu yang terisolasi dari masyarakat dan lebih-lebih terisolasi dari proses
komunikasi yang nyata.
Pernyataan L.
Bloomfield mengenai stimulus-respon :
1.
Bahasa adalah salah satu dari bentuk
perilaku. Pernyataan ini menunjukkan bahwa bahasa adalah salah satu fenomena
yang dapat ditangkap lewat pancaindra, yaitu pendengaran. Pernyataan ini sama
dengan penyataan bahwa bahasa adalah perilaku (peri = kata berperi =berkata,
dan laku = perbuatan). Jadi, penyataan Bloomfield ini sama dengan penyatan
Skinner bahwa bahasa verbal behavior.
2.
Dalam menganalisis bahasa perlu
dibedakan tiga peristiwa beruntun berikut ini:
a. Peristiwa
yang mendahului peristiwa berbahasa atau stimulus pertama.
b. Respon
dilakukan terhadap stimulus pertama. Salah satu wujud respon adalah perilaku
atau perbuatan berbahasa yang berwujud bunyi bahasa.
c. Peristiwa
yang terjadi setelah ada respon perilaku. Peristiwa yang terjadi setelah
respon.
3.
Diantara peristiwa a dan c terdapat
peristiwa bahasa yang terdiri dari respon bahasa terhadap stimulus. Respons
bahasa yang berubah menjadi stimulus (kedua) dan akhirnya respon setelah stimulus
kedua.
Chair, Abdul. 2009. Psikolinguistik Kajian Teoritik. Jakarta: PT Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar