Pada abad yang silam terdapat dua aliran filsafat yang saling bertentangan dan yang sangat mempengaruhi perkembangan linguistik dan psikologi. Yang pertama adalah aliran empirisme yang erat kaitannya dengan psikologi asosiasi. Aliran empirisme melakukan kajian terhadap data empiris atau objek yang dapat diobservasi dengan cara menganalisis unsur-unsur pembentukan sampai yang sekecil-kecilnya. Oleh karena itu, aliran ini disebut bersifat atomistik, dan lazim dikaitkan dengan asosianisme dan positivisme. Aliran kedua dikenal dengan nama rasionalisme. Aliran ini mengkaji akal sebagai satu keseluruhan dan menyatakan bahwa faktor-faktor yang ada dalam akal inilah yang patut diteliti untuk bisa memahami perilaku manusia itu.oleh karena itu, aliran ini disebut bersifat holistik, dan biasa dikaitkan dengan paham nativisme, idealisme dan mentalisme.
Pada awal perkembangannya, psikolinguistik bermula dari adanya pakar linguistik yang berminat pada psikologi, dan adanya pakar psikologi yang berkecimpung dalam linguistik. Dilanjutkan dengan adanya kerja sama antara pakar linguistik dan pakar psikologi, dan muncullah pakar-pakr psikolinguistik sebagai disiplin mandiri.
Chail, Abdul. 2009. Psikolinguistik Kajian Teoretik. Jakarta: PT Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar